Semangat Kerja yang diharapkan selalu menyala, dibakar dengan Diklat. Ada dua kelompok pendidikan yaitu formal dan non formal. Apa itu ?? pasti sudah tahu, kita tuliskan aja yaa :
1. Di Akademi atau Fakultas, dan 2. Di Kursus penambah pengetahuan dan keterampilan
Berikut web link yang dapat di akses : http://www.jbpub.com ; http://www.acep.org ; http://www.aep.org ; http://www.ena.org ; http://www.enw.org ; http://www.emergency-nurse.com . http://www.nursingsociety.org
Pembinaan diperoleh dari organisasi profesi keseminatan diantara dari : http://www.inna-ppni.or.id atau tengok satu web http://www.ipai.info
Hari Jum’at tanggal 25 Mei 2007, jam 11.30 sang Direktur bapak Mirza ditemani beberapa staf Gawat Darurat dan Bencana setelah diinformasikan kedatangannya, sampai gedung di jalan Sunter Podomoro nomor 1 yang akan menjadi tempat Kantornya. Sambutan sebagian orang yang akan menjadi karyawan UPT-BLUD masih dianggap masih pada tempatnya, mungkin karena mendekati Shalat Jumat’an. Setelah itu kita tunggu laporan resminya. Semoga sang Ontoseno, tetap sabar ora munggah nok ubun2 getihe.
DIREKTUR PERTAMA
AMBULANS GAWAT DARURAT DINAS KESEHATAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA (AGD DKP DKI JAKARTA)
Pertanyaan yang muncul membaca judul diatas, bila ada direktur pertama tentu ada yang kedua dan selanjutnya. Yaaah pengertian yang benar adalah inilah direktur AGD DKP DKI Jakarta yang diangkat pertama kali pada tanggal 24 Mei 2007, jam 13.15 dalam keadaan istimewa pada Organisasi Baru menurut SK Gubernur 40/ 2007, yaitu Unit Pelaksana Teknis yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (UPT-BLUD). Apa itu UPT-BLUD??, kita bahas nanti. Berbeda dengan UPT lainnya yang berada di bawah Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, benar lhoo dengan yang lainnya, ini UPT adalah paling sakti, seperti Raden Ontoseno, saudara tiri nya Ontorejo dan Gatotkaca, putra Werkudara Brotoseno dengan Woro Urang Ayu, (cari deh di Google) begitu lahir langsung (masih merah yaaa) ditugaskan membasmi ke-angkara murka-an, yaah ketidak wajaran pekerjaan. Mengaku berhak dan menggunakan Surat Instruksi Kadis dengan kemauan sendiri, merampas dan menyerobot asset yang dikembalikan dengan administrasi dari Yayasan AGD118, oleh kelompok PP AGD118 (terpaksa disebut juga AGD118 nya, abiiisss ngaku dan pengambilan nama yang sudah di patentkan). Berat kelihatannya, karena sebagian atau mungkin seluruhnya akan menjadi pegawai kontrak atau tetap dengan pola yang ada di kepalanya (menuruti kemauan sendiri/ atau kelompok buruh tertentu)….namun demikian di pundak drg. Mirza A. MA.HMPP,
Presiden Ikatan Dokter Gigi Asia, yang masih merangkap sebagai Kepala Puskesmas Tanah Abang, Atas perintah Gubernur DKI Jakarta Bang Yos melalui Sekda dr. Ritola Tasmaya, MPH menaruh harapan dan kepercayaan. Doa dipanjatkan, pesan-pesan telah disampaian, dukungan siap dialirkan, semoga sukses dan berhasil. Hadir pada pelantikan tersebut para Asisten, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Kesehatan dan juga Kepala Biro Adkesmas dan lainnya seperti pada jalinan foto dibawah ini :
kalo ini tampak muka
Salam dan Sukses,
Janji Kadis, amankan dan jalankan. Dukungan dari Dinas Kesehatan seluruh jajaran.
Pesan saya siihhh tetap lembut, pendekatan manusiawi (HA) karena jangka panjang tercatat dalam lembar sejarah.
Mau dimengerti, tetapi tidak layak dilakukan…., mengapa demikian??? 
Dengan dipublikasikannya iklan di dua koran Sindo dan Suara Pembaruan pada 9 Januari 2007 yang menyatakan yayasan membekukan kegiatannya, yang berarti semua karyawan atau yang masih menggunakan atribut Yayasan AGD118 tidak benar atau ilegal bila melakukan pelayanan AGD118. Pengecualian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (artinya dibawah komando, dibuktikan dengan tercatat dalam administrasi/ surat tugas) dalam memberi pelayanan kesehatan pra rumah sakit dengan memakai atribut. Pemakaian atribut secara tidak syah oleh PPAGD berarti melanggar hak dan wenang hukum dalam memanfaatkan pengaruh pemakaian atribut. Ini dapat dilihat juga dalam kunjungan audiensi di ruang rapat komisi E dalam pimpinan pak Dani Anwar (calon Wagub kita). Dan sayangnya saran dan advis yang diberikan oleh beliau komisi E DPRD, diabaikan dan diacuhkan oleh PPAGD118. Betapa tidak tahu dirinya…. .
Kang Maman, panggilan akrabnya.

Semua kendaraan ambulans pernah diobatinya. Nggak ketinggalan roda dua. Ya kang Maman penjaga Bengkel kita…, puluhan tahun pengabdian sudah disampaikan. Kita dorong status kepegawaiannya di UPT BLUD, semoga tidak ada ganjalan. Dukungan moril dan administrasi dari kita dan permohonan ke Dinas Kesehatan untuk diperlancar prosesnya. Semoga SK UPT BLUD yang sekarang ada di Biro Hukum secepatnya selesai… sebagai niat baik dan kerja keras rekan-rekan di Pemda dan proses yang berjalan satu tahun ini.
Hormat, menghargai senior, instruktur dan birokrat merupakan bagian hidup kami. Komitmen yang terbangun dari kesamaan visi dan misi melalui peningkatan knowledge, skill, aattitude dan self development (visioner, integrity) tetap menghargai dan menghormati para senior, kami ada karena bimbingan dan ajaran, contoh mereka.
dan 
Herbert sebagai pegawai negeri sipil yang mantan instruktur siap memberi ilmu yang akurat dan bertanggung jawab.
Memang bersikap itu berkorban. Upaya menyadarkan teman yang keblinger butuh waktu. jika terpaksa gunting kuku atau amputasi jari ganggren. Semoga dengan terbentuknya UPT yang dipercepat menjadi UPT BLUD, Pemda DKI lebih mudah menangani pelayanan kegawat daruratan sehari-hari dan bencana tampa terpaksa mengorbankan kualitas dan integritas.

Sang Macan,
ini wajahku
, 
Usia boleh lewat, semangat yang menurunkan diri dari gunung. Kisruh yang disebabkan mbalelo dan psikopath beberapa eks karyawan merasuk diri Suyoto. Siap menjaga nama baik Yayasan AGD118 dari pengguna gelap dan ilegal nama AGD118